Temukan berbagai tempat wisata alam, petualangan seru, kuliner khas, dan penginapan nyaman untuk pengalaman tak terlupakan di Sukabumi.
Sukabumi adalah simfoni bentang alam terlengkap di Jawa Barat. Dari ketinggian puncak Gunung Gede Pangrango yang menusuk dingin di utara, ngarai sungai berarus deras untuk arung jeram kelas dunia di bagian tengah, hingga bentang amfiteater alam purba UNESCO Global Geopark Ciletuh serta pesisir pantai Samudra Hindia di selatan.
Setiap destinasi dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, memadukan pesona petualangan alam bebas dengan kehangatan kearifan lokal masyarakat Sunda. Mulai dari menjelajahi jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara (Situ Gunung Suspension Bridge), menyusuri seribu curug tersembunyi, hingga menyaksikan matahari terbenam keemasan di Karang Hawu.
115 tempat ditemukan.
Trekking Kawah Ratu via Cidahu merupakan salah satu aktivitas wisata alam yang menarik di kawasan Kabupaten Sukabumi. Jalur ini membawa pengunjung menyusuri kawasan hutan tropis di lereng Gunung Salak sebelum mencapai Kawah Ratu, sebuah kawasan vulkanik dengan kepulan asap belerang, bebatuan, dan aliran sungai yang menjadi daya tarik utama perjalanan. Jalur Cidahu dikenal memiliki suasana hutan yang masih alami dengan udara sejuk. Perjalanan menuju Kawah Ratu membutuhkan stamina yang cukup karena terdapat beberapa bagian jalur yang menanjak, licin, dan berlumpur, terutama setelah hujan
Pendakian Gunung Gede via Selabintana merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Gede yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jalur ini dikenal memiliki karakter yang cukup menantang karena perjalanan menuju kawasan puncak relatif panjang dan melewati hutan pegunungan yang masih alami.
Gunung Salak via Cidahu merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Salak yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jalur ini menjadi pilihan menarik bagi pendaki yang ingin menikmati suasana hutan pegunungan sekaligus menantang diri menuju Puncak Salak 1 (Puncak Manik) dengan ketinggian sekitar 2.211 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakian melalui Cidahu menawarkan karakter jalur yang cukup menantang. Pendaki akan melewati kawasan hutan, medan berlumpur dan berbatu, tanjakan terjal, serta beberapa bagian jalur yang membutuhkan kehati-hatian ekstra. Karena karakter tersebut, jalur ini lebih cocok bagi pendaki yang memiliki persiapan fisik dan perlengkapan yang memadai.
Jembatan Merah merupakan salah satu jembatan gantung yang berada di tengah kawasan hutan Situ Gunung. Warna merah yang mendominasi konstruksinya membuat jembatan ini mudah dikenali dan menjadi salah satu spot foto menarik di sepanjang perjalanan wisata. Berbeda dengan Suspension Bridge utama, suasana Jembatan Merah terasa lebih menyatu dengan jalur trekking dan pepohonan di sekitarnya. Jembatan ini terutama berfungsi sebagai bagian dari jalur kepulangan pengunjung setelah menjelajahi Curug Sawer dan sejumlah atraksi Situ Gunung. Publikasi resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencatat panjang Jembatan Merah sekitar 196 meter.
Cidahu Camping Ground, atau dikenal juga sebagai Bumi Perkemahan Cangkuang, merupakan kawasan camping yang berada di kaki Gunung Salak, dalam area Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Dikelilingi hutan pegunungan yang sejuk dan alami, kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Gunung Salak tanpa harus melakukan pendakian berat. Dengan pilihan area perkemahan yang tersebar di antara pepohonan, pengunjung dapat menikmati pengalaman bermalam di alam terbuka, udara yang segar, serta suasana yang tenang jauh dari keramaian kota.
Keranjang Sultan menawarkan cara berbeda untuk menikmati keindahan alam Situ Gunung. Wahana ini membawa pengunjung melintasi area hutan dan aliran sungai dari ketinggian dengan menggunakan kursi gantung berbentuk keranjang yang bergerak di atas kabel baja. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang sejuk, pepohonan yang rimbun, serta pemandangan lembah dari sudut yang tidak biasa. Sensasi berada di atas ketinggian membuat wahana ini cukup menantang, tetapi tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pengalaman wisata alam di Situ Gunung. Lokasinya yang berada dalam satu kawasan dengan Jembatan Gantung Situ Gunung dan Curug Sawer membuat Keranjang Sultan cocok dimasukkan dalam satu rangkaian perjalanan. Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar trekking dan menikmati panorama, wahana ini menjadi salah satu aktivitas menarik untuk dicoba saat berkunjung ke Situ Gunung.
Situ Gunung Suspension Bridge merupakan salah satu ikon wisata alam Kabupaten Sukabumi yang berada di kawasan Taman Wisata Alam Situ Gunung, bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jembatan ini membentang di tengah hutan hujan pegunungan sepanjang sekitar 243 meter, lebar 1,8 meter, dan berada sekitar 121 meter di atas permukaan tanah, sehingga menawarkan pengalaman berjalan di atas kanopi hutan dengan panorama pegunungan yang sangat khas. Jembatan ini juga menjadi jalur wisata menuju Curug Sawer serta terintegrasi dengan kawasan Danau Situ Gunung.
Bukit Panenjoan Ciletuh adalah salah satu spot pandang (viewpoint) terbaik sekaligus pintu gerbang utama untuk menikmati kemegahan Geopark Ciletuh Palabuhanratu di Sukabumi, Jawa Barat. Nama "Panenjoan" sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti tempat untuk melihat. Dari titik ketinggian ini, pengunjung akan disuguhi panorama spektakuler berupa amfiteater alami raksasa berbentuk tapal kuda dengan diameter mencapai 15 kilometer—menjadikannya salah satu yang terbesar di Indonesia. Lanskap megah ini merangkum perpaduan sempurna dari tebing-tebing batu yang tinggi, hamparan hijau persawahan, lembah perbukitan, hingga batas cakrawala Samudra Hindia di kejauhan. Terletak strategis di pinggir jalan raya Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, lokasi ini sangat mudah diakses baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, lengkap dengan area parkir yang luas tepat di depan dek observasi. Sebagai pusat wisata, kawasan ini terus dikembangkan dengan fasilitas plaza amfiteater terbuka untuk pertunjukan seni budaya, serta dikelilingi oleh warung kuliner lokal, pusat informasi wisata (PAPSI), dan penginapan seperti homestay hingga lodge dengan pemandangan langsung ke jurang hijau. Keindahan alamnya yang utuh membuat Panenjoan menjadi spot favorit bagi para fotografer, pemburu matahari terbit dan terbenam, serta wisatawan yang ingin merasakan ketenangan di tengah bentang alam bumi yang purba.
Pondok Halimun Sukabumi merupakan objek wisata alam legendaris yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di perbatasan Desa Perbawati dan Sudajaya Girang, sekitar 11–12 kilometer ke arah utara dari pusat Kota Sukabumi melewati jalur Selabintana. Berada di ketinggian dengan suasana pegunungan yang asri dan udara sejuk, destinasi favorit ini menawarkan beragam aktivitas luar ruangan yang memikat, mulai dari berkemah di area hutan pinus yang luas, piknik santai di tepi aliran sungai jernih berbatu, hingga trekking menyusuri hamparan hijau kebun teh yang estetik. Meski jalur menuju lokasi cenderung sempit dan menuntut kehati-hatian bagi pengendara mobil, tempat ini tetap sangat populer dan terjangkau karena harga tiket masuk dasarnya yang ekonomis.
Kawasan Wisata Selabintana adalah destinasi liburan legendaris di kaki Gunung Gede Pangrango, yang berjarak sekitar 7 kilometer di sebelah utara pusat Kota Sukabumi, Jawa Barat. Terkenal sejak zaman kolonial Belanda karena didirikan oleh A.A.E. Lenne pada abad ke-19, tempat ini menawarkan daya tarik utama berupa hamparan taman rumput hijau yang sangat luas dan asri serta dikelilingi pohon-pohon pinus yang rindang. Suasananya yang tenang dan berudara sejuk menjadikannya tempat favorit bagi keluarga untuk berpiknik menggelar tikar, berolahraga, atau sekadar melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Selain menikmati keindahan alam klasiknya, kini pengunjung juga bisa menikmati fasilitas modern di area Natura Selabintana yang menyediakan aktivitas outbound seperti flying fox, wahana bermain gravity luge, hingga area glamping mewah.
Bukit Sabak Sukabumi adalah destinasi wisata alam dan area berkemah (camping) populer berketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang terletak di Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tempat ini menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta alam karena menyuguhkan pesona "negeri di atas awan" berupa hamparan kabut tebal pada pagi hari, keindahan panorama matahari terbit yang berlatar belakang kemegahan Gunung Gede Pangrango, serta romantisnya kerlap-kerlip lampu kota (city light) Sukabumi saat malam tiba. Akses menuju puncaknya pun tergolong ramah untuk pendaki pemula karena hanya membutuhkan waktu trekking sekitar 30 hingga 45 menit melewati kawasan hutan pinus yang asri, teduh, dan berudara sejuk. Dengan tarif tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu berkisar Rp5.000 hingga Rp25.000, Bukit Sabak menjadi pilihan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan tanpa perlu menempuh perjalanan yang ekstrem.
Bukit Panenjoan Cibadak merupakan salah satu destinasi wisata hits dan ramah kantong di kawasan Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang menawarkan pesona lanskap alam memukau dari atas ketinggian. Tempat ini menjadi spot favorit bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah untuk berburu panorama matahari terbit (sunrise) yang eksotis serta hamparan perbukitan yang hijau alami. Selain menyajikan udara pagi yang menyegarkan, area ini sangat populer sebagai lokasi olahraga, tempat nongkrong santai di sore hari, hingga area berkemah (camping) bagi para pencinta alam. Ditambah dengan kehadiran para pelaku UMKM lokal yang menjajakan aneka jajanan di sekitar lokasi, Bukit Panenjoan Cibadak sukses bertransformasi menjadi pusat rekreasi yang ramai, hidup, dan mudah diakses oleh siapa saja.
Dari amfiteater alam purba UNESCO hingga pesona rimbun hutan dan ombak samudra.
Amfiteater tapal kuda raksasa dan deretan air terjun megah yang menghadap samudra lepas.
Jembatan gantung terpanjang, danau berkabut, dan udara dingin pegunungan.
Gulungan ombak legendaris Cimaja dan arung jeram deras sungai Citarik.