Belajar sambil berwisata — kunjungi pusat konservasi, kebun edukasi, museum, dan tempat riset ilmu pengetahuan.
Belajar tidak lagi terbatas di dalam ruang kelas. Sukabumi menghadirkan konsep edukasi interaktif berbasis alam dan sains yang menginspirasi anak-anak maupun orang dewasa untuk memahami ekologi dan konservasi bumi secara langsung.
Pusat konservasi penyu hijau di Pangumbahan, stasiun riset primata di Bodogol, hingga laboratorium alam Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang diakui UNESCO menawarkan pembelajaran langsung tentang geologi batuan purba berusia jutaan tahun, keanekaragaman hayati, dan pelestarian lingkungan hidup.
29 tempat ditemukan.
Terletak di Desa Ciniti, Kecamatan Cibitung, kawasan Sukabumi Selatan. Dikelilingi pepohonan hijau dan tebing batu yang jauh dari suasana perkotaan. Memiliki keunikan tiga aliran air terjun yang jatuh berdampingan dan bermuara pada kolam alami di bawahnya, sangat cocok untuk fotografi dan wisata alam.
Museum Megalodon (atau Museum Sri Asih Pakidulan) adalah museum purbakala pertama di Indonesia yang khusus mendokumentasikan jejak hiu raksasa purba Megalodon. Terletak di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, museum ini menjadi bagian penting dari kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Perjalanan menuju museum dari Kota Sukabumi memakan waktu sekitar 4 jam melalui rute Palabuhanratu – Kiaradua – Jampangkulon. Di dalam bangunan berukuran 6 x 8 meter ini, tersimpan lebih dari 500 fosil purba yang ditemukan warga setempat di gua-gua dan lahan pertanian sekitar Pajampangan. Koleksinya meliputi gigi hiu Megalodon, tulang paus purba, moluska kuno, hingga ambergris (muntahan paus). Berbagai penemuan fosil tersebut menjadi bukti ilmiah kuat bahwa wilayah daratan dan perbukitan Gunung Sungging dulunya merupakan dasar lautan purba jutaan tahun lalu. Museum ini resmi berdiri pada 19 Februari 2021 atas swadaya masyarakat lokal bersama pemerintah desa, serta dibina langsung oleh Museum Geologi Bandung.
Kasepuhan Ciptamulya merupakan salah satu komunitas masyarakat adat Sunda yang berada di kawasan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasepuhan ini menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur, tata kehidupan masyarakat, serta kearifan lokal dalam menjaga hubungan antara manusia dan alam. Tradisi dan Kearifan Lokal Kehidupan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya sangat erat dengan tradisi pertanian dan penghormatan terhadap alam. Padi tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan adat berkaitan dengan siklus pertanian dan kehidupan sosial masyarakat masih dipelihara secara turun-temurun.
Kasepuhan Ciptagelar merupakan salah satu kampung adat Sunda yang paling dikenal di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kampung adat ini berada di kawasan pegunungan dan menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang menarik karena masyarakatnya masih mempertahankan berbagai tradisi leluhur, tata kehidupan adat, serta kearifan lokal dalam menjaga alam. Kasepuhan Ciptagelar berada di Kampung Gede Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kawasannya dikelilingi bentang alam perbukitan dan hutan, sehingga perjalanan menuju lokasi juga menawarkan pengalaman menikmati suasana pedesaan dan alam Sukabumi. Berkunjung ke Kasepuhan Ciptagelar memberikan pengalaman yang berbeda dari wisata pada umumnya. Wisatawan dapat menikmati panorama pegunungan, suasana kampung adat, tradisi masyarakat, kesenian, kehidupan pertanian, serta berbagai bentuk kearifan lokal.
Kasepuhan Sirnaresmi merupakan salah satu kampung adat yang berada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasepuhan ini dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan masyarakat adat Sunda yang masih mempertahankan tradisi, tata kehidupan, kesenian, serta hubungan harmonis dengan alam. Salah satu daya tarik utama Kasepuhan Sirnaresmi adalah kehidupan masyarakat adat yang masih berjalan berdasarkan nilai-nilai leluhur. Tradisi pertanian, khususnya dalam pengelolaan padi, memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan adat dan ritual dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, leluhur, serta ungkapan rasa syukur atas hasil bumi
Berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Merupakan bagian dari kawasan Geopark Ciletuh dengan bentang alam alami tebing batu dan vegetasi hijau. Menawarkan perpaduan eksotis antara air terjun, formasi batuan purba, dan lanskap perbukitan. Menghadirkan suasana tenang untuk relaksasi.
Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan adalah destinasi wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. 75, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar, museum yang diresmikan pada 13 November 1992 ini dibangun untuk mengenang peristiwa heroik Bojongkokosan, yaitu penghadangan konvoi tentara Sekutu (Inggris) dan NICA oleh para pejuang Indonesia pada periode Desember 1945 hingga Maret 1946. Pertempuran sengit di jalur ini bahkan memicu pengeboman besar-besaran oleh pesawat Angkatan Udara Inggris (RAF) di wilayah Cibadak dan menjadi salah satu rangkaian peristiwa penting yang melatari tragedi Bandung Lautan Api. Saat memasuki area dalam museum, pengunjung disuguhi edukasi sejarah visual melalui 7 buah minirama (diorama) yang menggambarkan kronologi pertempuran dari awal perencanaan strategi hingga momen pemakaman para pahlawan. Selain diorama, museum ini menyimpan berbagai koleksi artefak perang asli seperti senapan laras panjang Lee-Enfield, helm militer, pas foto para pejuang, serta tiruan kendaraan lapis baja dan puing pesawat Sekutu yang berhasil dijatuhkan. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat studi sejarah, kompleks luar ruangan museum ini juga dirancang sebagai ruang publik yang nyaman dengan fasilitas monumen utama, area perkemahan (camping ground), panggung budaya, dan taman bermain. Area outdoor ini terbuka gratis untuk umum setiap hari, sementara gedung koleksi museum dapat dikunjungi pada hari kerja (Senin sampai Jumat) tanpa dipungut biaya masuk.
Terletak di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, merupakan destinasi yang berada di jantung Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Air terjun mengalir di tengah tebing batu dengan debit yang deras. Selain indah, tempat ini menyuguhkan wisata alam yang memiliki nilai sejarah geologi tinggi.
Berada di dalam kawasan wisata Situgunung, Kecamatan Kadudampit. Tersembunyi di tengah lingkungan hutan pegunungan yang sangat asri dan sejuk. Aliran airnya cukup deras dan jatuh ke sungai berbatu di bawahnya. Perjalanan menuju curug ini memberikan pengalaman menyusuri alam hutan yang menyegarkan.
Berlokasi di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas. Menjadi bagian dari kawasan Ciletuh Amphitheatre yang terbentuk dari aktivitas tektonik laut purba. Menawarkan pesona aliran air yang jatuh memanjang melewati tebing batu kecokelatan yang khas, berpadu indah dengan rimbunnya vegetasi hijau di sekitarnya.
Cidahu Camping Ground, atau dikenal juga sebagai Bumi Perkemahan Cangkuang, merupakan kawasan camping yang berada di kaki Gunung Salak, dalam area Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Dikelilingi hutan pegunungan yang sejuk dan alami, kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Gunung Salak tanpa harus melakukan pendakian berat. Dengan pilihan area perkemahan yang tersebar di antara pepohonan, pengunjung dapat menikmati pengalaman bermalam di alam terbuka, udara yang segar, serta suasana yang tenang jauh dari keramaian kota.
Pendakian Gunung Gede via Selabintana merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Gede yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jalur ini dikenal memiliki karakter yang cukup menantang karena perjalanan menuju kawasan puncak relatif panjang dan melewati hutan pegunungan yang masih alami.
Dari amfiteater alam purba UNESCO hingga pesona rimbun hutan dan ombak samudra.
Amfiteater tapal kuda raksasa dan deretan air terjun megah yang menghadap samudra lepas.
Jembatan gantung terpanjang, danau berkabut, dan udara dingin pegunungan.
Gulungan ombak legendaris Cimaja dan arung jeram deras sungai Citarik.